Detail Inovasi Perguruan Tinggi


Tema: preeklamsi pada persalinan
Judul: Gambaran Kejadian Preeklamsia pada Ibu Bersalin Berdasarkan Umur dan Paritas di RSUD Soreang
Perguruan Tinggi: Akademi Kebidanan Bhakti Asih Purwakarta
Jenis/sdm: dosen/0430068901

Tahun: 2014

AKI  di  Indonesia  tahun  2008  sebanyak  228  per 100.000 kelahiran  hidup dan  AKB sebanyak 119/1000 kelahiran  hidup.  Sedangkan  AKI  di  Jawa  Barat  masih tinggi, yaitu mencapai 321,15/100.000 kelahiran hidup dan  AKB  mencapai  34  per  1000  kelahiran  hidup  dan salah  satu  penyumbang  tingginya  penyebab  angka kematian  ibu  adalah  preeklampsia.    Berdasarkan  data yang  di  peroleh  dari  RSUD  Soreang  Terjadi peningkatan  kasus  preeklampsia  dari  tahun  2008 sampai tahun 2009 sebanyak 2.25%.  Tujuan  Penelitian  ini  untuk  mengetahui  gambaran kejadian  preeklamsia  pada  Ibu  bersalin  berdasarkan umur dan paritas di RSUD Soreang tahun 2009. Metodologi  penelitian  ini  dengan  menggunakan rancangan  penelitian  deskriptif    mengenai  gambaran kejadian  preeklamsia  pada  ibu  bersalin  berdasarkan umur  dan  paritas  dengan  teknik  pengambilan  sampel total sampling, pengambilan seluruh populasi dijadikan sampel  serta  sampel  yang  digunakan  sebanyak  188 orang ibu bersalin yang terkena preeklamsia.  Hasil  penelitian  dapat  diketahui  bahwa  kejadian preeklamsia di RSUD Soreang mengalami peningkatan yang  signifikan  dari  tahun  2008  yaitu  sebanyak  148 orang  (20.5%)  menjadi  188  orang  (22,30%).  Kejadian preeklamsia  banyak  terjadi  pada  preeklamsia  berat sebanyak  139  orang  (73.9%),  Kejadian  preeklamsia lebih banyak  terjadi  pada  kelompok  umur  kurang  dari 20  tahun  dan  lebih  dari  35  tahun  sebesar    83  orang (76.1%)  pada  preeklamsia  berat  dan  preeklamsia ringan  sebanyak  26  orang  (23.9%).  Kejadian  lebih banyak  juga  terjadi  pada  kelempok  risiko  tinggi primigravida  dan  grandemultipara  sebesar  99  orang (70.7%) pada preeklamsia  berat dan 41 orang (29.3%) pada preeklamsia ringan.   Diharapkan  tenaga  kesehatan  dapat  mendeteksi  secara dini  adanya  komplikasi  kehamilan  terutama  pada  ibu dengan  faktor  risiko  terjadinya  preeklampsia  (umur <20  dan  ≥  36  tahun,  paritas  primigravida  dan grandemultipara).