Detail Inovasi Perguruan Tinggi


Tema: ASI Eksklusif dan IMD (inisiasi Menyusui Dini)
Judul: Cakupan Pemberian ASI Eksklusif dan IMD pada Ibu Menyusui di Desa Campakasari Kabupaten Purwakarta
Perguruan Tinggi: Akademi Kebidanan Bhakti Asih Purwakarta
Jenis/sdm: dosen/0410118703

Tahun: 2016

Latar Belakang: Faktor penyebab utama kematian bayi di Indonesia adalah kematian neonatal sebesar 46,2  %,  diare  sebesar  15  %  dan  pneumonia  sebesar  12,7  %.  Faktor  penyebab  kematian  neonatal diakibatkan  oleh  infeksi  36  %,  prematuritas  28  %,  dan  asfiksia  23  %  (Bapenas,  2010).  Berdasarkan penyebab kematian bayi di Kabupaten Purwakarta tahun 2014 paling tinggi adalah pneumonia, diare dan ISPA (Dinkes Purwakarta, 2015). Salah satu strategi utama perbaikan  gizi balita dan pencegahan kasus-kasus yang  menyebabkan tingginya angka kematian bayi, khususnya angka kematian neonatal adalah perbaikan pola asuh dan pemberian makan bayi dan anak yang menekankan pada pemberian ASI eksklusif kepada bayi 0-6 bulan, diteruskan dengan pemberian makanan pendamping ASI bergizi dan  tepat  waktu. Bayi  yang  diberi  ASI  Eksklusif  pada  tahun  2014  di  Kabupaten  Purwakarta  sebesar 53,13 % (Dinkes Purwakarta, 2015). Cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Purwakarta belum mencapai target program pemerintah yaitu 80 %.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan  di Desa  Campakasari. Populasi  pada  penelitian  ini  adalah  seluruh  ibu  bersalin  dalam satu  tahun terakhir  yang  menyusui  bayinya.  Sampel  yang  digunakan  dalam  penelitian  adalah  total populasi yaitu sebanyak 35 orang.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 35 ibu menyusui dalam satu tahun terakhir mayoritas berumur  <  35  tahun  sebanyak  27  orang  (77,1  %),  mayoritas  dengan  pendidikan  dasar  sebanyak  22 orang (62,6 %), dan mayoritas tidak bekerja sebanyak 21 orang (60 %).Kesimpulan: Hasil  penelitian menunjukkan  bahwa dari  35  ibu menyusui  dalam  satu  tahun  terakhir mayoritas status  pemberian  ASI  adalah tidak eksklusif  sebanyak  19  orang (54,3  %). Sedangkan mayoritas  ibu  menyusui  melakukan  IMD  sebanyak  18  orang (51,4  %).  Terdapat  hubungan  bermakna antara pelaksanaan  IMD  dan  pekerjaan dan  tidak  adanya  hubungan  bermakna  antara umur, pendidikan dengan status pemberian ASI dan pelaksanaan IMD.