Detail Inovasi Perguruan Tinggi


Tema: Sepsis Neonatorum
Judul: Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Sepsis Neonatorum pada Bayi Baru Lahir di RSU Aulia Jakarta Selatan Tahun 2017
Perguruan Tinggi: Akademi Kebidanan Bhakti Asih Purwakarta
Jenis/sdm: dosen/04417515039#0420119101

Tahun: 2018

ABSTRAK

Latar Belakang: Sepsis adalah respon berat sistemik terhadap infeksi.  Penyakit ini sering dijumpai pada bayi baru lahir dan anak-anak. Inseden sepsis adalah 3 per 1.000 di seluruh dunia. Faktor penyebab sepsis neonatorum salah satunya pada saat proses persalinan dengan  kelahiran kurang bulan, dan Faktor dari bayi (asfiksia perinatal, berat lahir rendah, bayi kurang bulan, ketuban keruh, dan ketuban pecah dini) (Wiliar R 2016). Dari laporan Data yang diperoleh di RSU Aulia Jakarta Selatan menyatakan jumlah bayi yang mengalami sepsis neonatorum pada tahun 2016 sebanyak 158 kasus dari 732 kelahiran presentasi 21,5 % sementara pada tahun 2017 bayi yang mengalami sepsis neonatorus sebanyak 250 kasus dari 2464 kelahiran presentasi 10,1 %.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang di lakukan dengan analisis bivariat dilaksanakan di RSU Aulia Jakarta Selatan Tahun 2018. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir yang mengalami infeksi sepsis neonatorum dan Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah total populasi yaitu sebanyak 250 kasus. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel. Hasil penelitian akan di analisa dengan analisa Univariat dan Bivariat dengan bantuan komputer program SPSS.

Hasil: Hasil penelitian dengan uji Chi Square menunjukan bahwa tidak memiliki hubungan yang signifikan usia bayi  dengan kejadian sepsis neonatoru (p =0,633), ketuban pecah dini (p= 0,586), sedangkan variable air ketuban (p= P 0,003), berat badan lahir (p = P 0,001  ), asfiksia neonatorum (p = 0,000 ) memiliki hubungan yang signifikan.

Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 250 bayi baru lahir yang mengalami sepsis neonatorum terdapat Sepsis Awitan Dini yaitu sebanyak 199bayi (79,6%) dan Sepsis Awitan Lambat sebanyak 51 bayi (20,4%). Hal ini menunjukkan bahwa lebih banyak bayi yang mengalami infeksi kurang dari 72 jam.

 

Kata Kunci          : Sepsis neonatorum, air ketuban, ketuban pecah dini, berat bayi lahir rendah

Daftar pustaka  : 10 buku dari tahun 2010-2016.