Detail Inovasi Perguruan Tinggi


Tema: Ibu Nifas dan IMD
Judul: FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN IBU NIFAS YANG MELAKUKAN IMD DI RSUD K TAHUN 2017
Perguruan Tinggi: Akademi Kebidanan Bhakti Asih Purwakarta
Jenis/sdm: dosen/04417513123#0401126806

Tahun: 2017

ABSTRAK

Latar Belakang: ASI merupakan makanan yang sempurna untuk bayi dan tidak ada produk makanan penganti ASI yang kualitasnya menyamai ASI. ASI adalah makanan terbaik yang harus diberikan kepada bayi, karena di dalamnya terkandung semua zat gizi yang dibutuhkan oleh bayi. Pilar utama dalam proses menyusui adalah inisiasi dini atau lebih dikenal dengan inisiasi menyusu dini (IMD). Metode IMD diperkenalkan oleh Edmond pada maret 2006. Metode ini dilandaskan pada reflek atau kemampuan bayi dalam mempertahankan diri (survival instinc). Inisiasi Menyusu Dini didefinisikan sebagai proses membiarkan bayi menyusu sendiri setelah kelahiran. (Yuliarti 2010).

Metode. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara umur, paritas, pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan pengetahuan dengan pelaksanaan inisiasi menyusui dini di RSUD Karawang tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional yang dilaksanakan di RSUD karawang dengan cara melakukan pengambilan data dari kuisioner. Metode pengambilan sampel dengan cara sistematik rendom sempling dengan jumlah sampel 62 responden total sampling. Data dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan software dengan uji chi square.

Hasil.  penelitian menunjukan jumlah responden yang melakukan imd  sebanyak 30 responden (48,4%), berdasarkan kelompok umur data tertinggi berada pada kelompok umur 20-35 tahun sebanyak 46 responden (74,2%), berdasarkan paritas data tertinggi yaitu pada paritas 2-3 anak sebanyak 43 responden (69,4%), berdasarkan kelompok pendidikan data tertinggi berada pada kelompok pendidikan rendah sebanyak 39 responden (62,9%), pada kelompok pekerjaan yang tertinggi tidak bekerja sebanyak 44 responden (71,0%), kelompok pendapatan yang tertinggi pada pendapatan rendah sebanyak 57 responden (91,9%) sedangkan menurut pengetahuan data tertinggi berada pada kelompok ibu yang pengetahuan baik sebanyak 55 responden (88,7%).

Kesimpulan: pada penelitian menunjukan bahwa paritas, pendapatan dan pengetahuan tidak ada hubungan yang bermakna dengan melakukan IMD pada ibu nifas dengan nilai p value (>0,005). Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan ibu nifas memberikan ASI eklusfi selama 6 bulan secara rutin dan terus menambah pengetahuan tentang pentingnya inisiasi menyusui dini bagi bayi dan juga ibu pada saat melahirkan.

Kata Kunci:inisiasi menyusui dini (IMD), Ibu Nifas, ASI