Detail Inovasi Perguruan Tinggi


Tema: PELATIHAN, KOMPENSASI, KEPUASAN KERJA, MORIL KERJA SERTA , MOTIVASI KERJA
Judul: PENGARUH PELATIHAN, KOMPENSASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP MORIL KERJA SERTA DAMPAKNYA PADA MOTIVASI KERJA
Perguruan Tinggi: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Membangun
Jenis/sdm: dosen/0304076706

Tahun: 2014

Semakin tingginya tingkat persaingan antar bank swasta dan ketatnya regulasi perbankan menuntut manajemen perbankan untuk mampu meningkatkan produktivitas karyawannya. Rendahnya motivasi kerja sebagai kendala yang dihadapi dimungkinkan sebagai efek belum efektifnya pelatihan dan kompensasi yang diberikan. Penting untuk diteliti sejauh mana pengaruh pelatihan dan kompensasi terhadap motivasi kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui faktor kepuasan kerja dan moril kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model pengaruh pelatihan, kompensasi dan kepuasan kerja terhadap moril kerja serta dampaknya pada motivasi kerja pada karyawan Bank Swasta Nasional Kantor Wilayah Jawa Barat.

Metode yang digunakan adalah survei eksplanatori. Populasi sasaran sebanyak 1629 karyawan dengan ukuran sampel sebesar 300 karyawan. Model pengaruh dianalisis menggunakan Struktural Equation Modeling / SEM mengingat model tersusun atas sejumlah hubungan kausal antar variabel laten.

 

 

Hasil pemodelan mempunyai kesesuaian yang sangat tinggi dalam menjelaskan keterkaitan antar variabel. Pelatihan dan Kompensasi berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap Kepuasan kerja dimana pengaruh Kompensasi lebih dominan. Pelatihan, Kompensasi dan Kepuasan Kerja berpengaruh secara simultan terhadap Moril Kerja, dimana secara parsial lebih ditentukan oleh Pelatihan. Motivasi Kerja secara simultan dipengaruhi oleh Pelatihan, Kompensasi, Kepuasan Kerja dan Moril Kerja, dimana secara parsial lebih ditentukan oleh Moril Kerja. Karyawan dengan kompensasi yang lebih tinggi umumnya memiliki motivasi kerja lebih rendah karena tidak tersedianya motif untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi, seperti: jabatan dan kompensasi yang lebih tinggi serta masa promosi yang lebih pendek. Sebagai rekomendasi, disarankan agar perusahaan mensinergiskan usaha-usaha perbaikan pelatihan dalam sistem pelatihan berbasis kompensasi yang mampu mendukung kepuasan kerja, moril kerja dan motivasi kerja. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk meneliti faktor-faktor lain yang secara teoritis turut mempengaruhi kepuasan kerja, moril kerja, dan motivasi kerja, seperti: faktor internal individu, budaya organisasi, dan faktor lingkungan eksternal.