Detail Inovasi Perguruan Tinggi


Tema: Jurnal Masyarakat Informatika (Jumanji)
Judul: Aksi Game Berbasis Brain Computer Interface dengan Spektral Daya dan Learning Vector Quantization
Perguruan Tinggi: Universitas Jenderal Achmad Yani
Jenis/sdm: dosen/0402127002

Tahun: 2017

Dalam
video game
dibutuhkan interaksi antara
pengguna dengan sistem dalam mengendalikan
pergerakan karakter pada game terseDalam

video  game

dibutuhkan  interaksi  antara

pengguna  dengan  sistem  dalam  mengendalikan

pergerakan karakter pada game tersebut melalui sebuah controller.

Namun untuk orang dengan keterbatasan fisik,

controller  menjadi  sebuah  halangan  untuk  dapat  berkomunikasi  dengan  sistem.  Salah  satu

teknologi

yang

dapat

digunakan untuk mengatasinya yaitu menggunakan Brain Computer Interface (BCI) yang pada perkembangannnya

dapat  dimanfaatkan  untuk  pengendalian  karakter  pada  video  game.  BCI  terdiri  dari  komponen  input  dari  sinyal

otak, komponen output berupa perintah

dan komponen intermediate. Persoalan utama BCI terletak pada komponen

intermediate  yang  biasanya  menggunakan  Elektroensephalogram  (EEG).  Bentuk  sinyal  EEG  pada  setiap  orang

dapat  bervariasi  dan  kompleks  tergantung  kondisi  kesehatan,  emosional,  usia,  menta

l  dan  aktivitas.  Beberapa

penelitian   terdahulu   menggunakan   sinyal   EEG   untuk   menggerakkan   video   game   pada   perangkat   mobile,

menggerakkan kursor dan mengendalikan robot. Kontrol gerak EEG sebelumnya menggunakan  kondisi emosional,

namun  kondisi  emosional  tid

ak  menggambarkan  aksi  karakter  secara  nyata.  Penelitian  ini  telah  membuat  sistem

kontrol  gerak  karakter  menggunakan  sinyal  EEG  yang  diimplementasikan  pada  video  game  dengan  aksi  karakter

setiap  1  detik.  Dalam  proses  akuisisi  data  yang  dilakukan  terhadap  10

Naracoba  selama  1  menit  dengan  3  kali

perulangan,  Naracoba  membayangkan  3  gerakan  bergantian  setiap  5  detik.  Hasil  akurasi  dari  360  set  data  latih

sebesar 77% dan data baru menghasilkan akurasi sebesar 67%.

 but melalui sebuah controller.
Namun untuk orang dengan keterbatasan fisik,
controller menjadi sebuah halangan untuk dapat berkomunikasi dengan sistem. Salah satu
teknologi
yang
dapat
digunakan untuk mengatasinya yaitu menggunakan Brain Computer Interface (BCI) yang pada perkembangannnya
dapat dimanfaatkan untuk pengendalian karakter pada video game. BCI terdiri dari komponen input dari sinyal
otak, komponen output berupa perintah
dan komponen intermediate. Persoalan utama BCI terletak pada komponen
intermediate yang biasanya menggunakan Elektroensephalogram (EEG). Bentuk sinyal EEG pada setiap orang
dapat bervariasi dan kompleks tergantung kondisi kesehatan, emosional, usia, menta
l dan aktivitas. Beberapa
penelitian terdahulu menggunakan sinyal EEG untuk menggerakkan video game pada perangkat mobile,
menggerakkan kursor dan mengendalikan robot. Kontrol gerak EEG sebelumnya menggunakan kondisi emosional,
namun kondisi emosional tid
ak menggambarkan aksi karakter secara nyata. Penelitian ini telah membuat sistem
kontrol gerak karakter menggunakan sinyal EEG yang diimplementasikan pada video game dengan aksi karakter
setiap 1 detik. Dalam proses akuisisi data selama 1 menit dengan 3 kali
perulangan, Naracoba