Detail Inovasi Perguruan Tinggi


Tema: PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI PEMUTIH (BLEACHER) TERHADAP RESIDU PEMUTIH PADA BERAS YANG DIPUCATKAN DENGAN METODE SEMPROT (SPRAYING)
Judul: PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI PEMUTIH (BLEACHER) TERHADAP RESIDU PEMUTIH PADA BERAS YANG DIPUCATKAN DENGAN METODE SEMPROT (SPRAYING)
Perguruan Tinggi: Universitas Pasundan
Jenis/sdm: dosen/0421106701#9990382719

Tahun: 2008

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pemutih dan konsentrasi pemutih serta interaksi antara jenis dan konsentrasi pemutih terhadap jumlah residu pemutih pada beras yang dipucatkan dengan metode semprot (spraying) setelah dua kali pencucian dan setelah dimasak. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan faktorial 2 x 3 dalam rancangan acak kelompok dengan 4 kali ulangan. Variabel yang digunakan adalah jenis pemutih (A), yaitu (a1) kaporit (CaOCl2) dan (a2) natrium bisulfit (NaHSO3) dan konsentrasi pemutih (B), yaitu (b1) 600 ppm, (b2) 800 ppm, dan (b3) 1000 ppm. Sedangkan parameter pengamatan sebagai acuan adalah uji organoleptik terhadap warna dan aroma untuk menentukan waktu penirisan terbaik setelah penyemprotan (spraying), dan analisis kimia produk yang meliputi analisis kadar residu klorin dan kadar residu sulfit pada beras setelah dua kali pencucian dan setelah dimasak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tunggal dan interaksi antara jenis dan konsentrasi pemutih berpengaruh terhadap kadar residu pemutih pada beras yang dipucatkan dengan metode semprot (spraying) setelah dua kali pencucian dan setelah dimasak. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah kadar residu pemutih baik kalsium hipoklorit (CaOCl2) maupun natrium bisulfit (NaHSO3) pada beras mengalami penurunan, dari awal penambahan jenis dan konsentrasi pemutih sampai beras setelah dimasak.