Detail Inovasi Perguruan Tinggi


Tema: PENGARUH KONSENTRASI CARBOXY METIL CELLULOSE (CMC) DAN GLISEROL TERHADAP KARAKTERISTIK EDIBLE FILM BEKATUL PADI (Oryza sativa)
Judul: PENGARUH KONSENTRASI CARBOXY METIL CELLULOSE (CMC) DAN GLISEROL TERHADAP KARAKTERISTIK EDIBLE FILM BEKATUL PADI (Oryza sativa)
Perguruan Tinggi: Universitas Pasundan
Jenis/sdm: dosen/0412087001#0012125702

Tahun: 2012

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Carboxy Metil Cellulose (CMC) dan konsentrasi gliserol serta interaksi keduanya terhadap karakteristik edible film bekatul padi. Manfaat hasil penelitian ini untuk alternatif memanfaatan bekatul padi, memberikan bahan baku alternatif dalam pembuatan edible film, mendapat formulasi konsentrasi Carboxy Metil Cellulose (CMC) dan konsentrasi gliserol terhadap edible film bekatul padi, dan dapat memberikan informasi tentang cara pembuatan edible film dengan memanfaatkan bekatul padi sebagai bahan baku. Rancangan percobaan yang digunakan adalah pola faktorial 3x3 dengan 3 kali ulangan dalam Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama adalah konsentrasi Carboxy Metil Cellulose (CMC) yang terdiri dari p 1 (1%), p 2 (1,5%) dan p 3 (2%). Faktor kedua adalah konsentrasi gliserol yang terdiri dari g 1 (1%), g 2 (2%) dan g 3 (3%). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa konsentrasi Carboxy Metil Cellulose (CMC) mempengaruhi kadar air, warna, kecepatan larut, dan tekstur edible film bekatul padi. Konsentrasi gliserol mempengaruhi kadar air, kecepatan larut, dan tekstur edible film bekatul padi namun tidak mempengaruhi warna dari edible film bekatul padi. Interaksi antara konsentrasi Carboxy Metil Cellulose (CMC) dan konsentrasi gliserol mempengaruhi kadar air, kecepatan larut, dan tekstur edible film bekatul padi namun tidak mempengaruhi warna dari edible film bekatul padi. Sampel terpilih dari penelitian ini adalah p 1 g 1 (CMC 1% dan Gliserol 1%). Kata kunci: Edible film, Bekatul, CMC, Gliserol