Detail Inovasi Perguruan Tinggi


Tema: PEKAN ILMIAH TAHUNAN IX UNJANI
Judul: PENGARUH FAKTOR KONFLIK PERAN, AMBIGUITAS PERAN DAN JUMLAH BEBAN KERJATERHADAPAN STRES KERJA STUDI PADA POLANTAS DI SATLANTAS POLRESTABES BANDUNG BULAN FEBRUARI 2017
Perguruan Tinggi: Universitas Jenderal Achmad Yani
Jenis/sdm: dosen/0421126701

Tahun: 2017

Polantas dituntut untuk memiliki kondisi prima dan kinerja yang'baik"dalam situasi

apapun karena produktivitas dan kelancaran aktivitas rnasyarakat sangat didukung

oleh peran Polantas sebagai unsur pelaksana dalam mewujudkan tugas dan fungsi

Polri dalam perannya melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat terutama di

segala hal yang berkaitan dengan lalu lintas. Pada penelitian sebelumnya yang

dilakukan di Cina dan Polda Metro Jaya menunjukkan bahwa polisi rentan mengalami

stres kerja. Konflik peran, ambiguitas dan jumlah beban kerja atau biasa disebut role

stress menjadi faktor yang memiliki pengaruh kuat dalam meningkatkan tingkat stres

kerja seseorang. Bandung sebagai kota besar yang terus berkembang pesat

menjadikan Bandung kota yang padat dan tujuan wisata dari berbagai wisatawan

sehingga peran polentas menjadi sangat penting dan faktor pemicu stres kerjanya pun

semakin besar, makadari itupeneliti bermaksud mencari besar pengaruh dari role

stress tersebut yang dialami polantas yang berada di Satlantas Folrestabes Bandung-

Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pengamatan potong lintang dan

menggunakan kuesioner SDS (Stres Diagnostik Survei) sebagai alat ukur variabel

terikat berupa tingkat stres kerja dan variabel bebas berupa role stress. Hasilpenelitian

pada 87 responden menunjukkan sebagian besar berjenis kelamin laki-laki, berusia 30-

39 tahun, berstatus menikah, berpendidikan SMA dan telah berdinas selama 6.10

tahun. Tidak ada polantas yang mengalami tingkat stres kerja tinggi, Seluruh variabel

bebas yang diteliti berpengaruh signifikan dan memiliki hubungan kuat dengan tingkat

stres kerja dengan pengaruh paling besar dari arnbiguitas peran (72,8%). Dapat

dilakukan penelitian deskriptif uniuk rnengetahui faktor-faktor yang dapat

mempengaruhi tingkat stres polantas secara menyeluruh pada penelitian berikutnya.