Detail Inovasi Perguruan Tinggi


Tema: menuju indonesian digital
Judul: Peran Media Sosial dalam Internalisasi Pola Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) (Potret Masyarakat Hulu Sungai Citarum di Lereng Gunung Wayang – Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung)
Perguruan Tinggi: Universitas Pasundan
Jenis/sdm: dosen/0418057002

Tahun: 2018

Penanganan masalah Sungai Citarum yang sekarang ini dikenal sebagai sungai terkotor di dunia tentu tidaklah semudah membalikkan tangan, namun memerlukan kesabaran, kesungguhan berkomitmen bersama dan berproses panjang. Belajar dari Jepang dalam menghadapi masalah pencemaran lingkungan akut sejak tahun 1970-an berproses hampir 20 tahun, baru seratus delapan puluh derajat berhasil mengatasinya, melalui perubahan sosial membangun kesadaran masyarakat, sinergitas aparatur pemerintah, akademisi dan swasta membentuk kepatuhan dan kepedulian terhadap penanganan sampah secara holistik . Penelitian ini bertujuan memetakan Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS), mengidentifikasi masalah dan berupaya mencarikan alternatif pemecahan masalah pada Masyarakat Hulu Sungai Citarum di Lereng Gunung Wayang – tepatnya di Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung yang digali melalui Pendekatan PRA (Participatory Rural Appraisal), yaitu pendekatan partisipatif, inovasi metode memperbaiki kecepatan dan efisiensi waktu pengumpulan data. Hasil kajian menunjukkan, bahwa : PHBS dari Masyarakat Hulu Sungai Citarum di Lereng Gunung wayang secara umum mayoritas membuang sampah rumah tangga dan limbah Kotoran Hewan (Kohe) Sapi langsung menuju sungai tanpa Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL), kandang ternak (Sapi) menyatu dengan pemukiman, alat pengolahan Kohe (Sapi) menjadi biogasyang rusak dibiarkan tanpa perbaikan, pengadaan air bersih mengambil masing-masing rumah tangga dengan saluran slang air dari mata air, keberadaan septic tank komunal tetapi “helikopter” pun masih tetap menjadi pilihan. Alternatif penanganan masalah a.l. pendidikan kesehatan masyarakat melalui media masa dan pendekatan budaya populer sebagai wahana perubahan sosial dalam membangun sinergitas segenap stakeholders, sosialisasi penerapan PHBS menjadi langkah awal yang krusial dalam upaya internalisasi nilai PHBS. Kata Kunci : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Pendidikan Kesehatan Masyarakat, Media Sosial dan Budaya Populer